header-int

FK UNIZAR DAN ILUNI FKUI ANGKATAN 76 PLUS ADAKAN SEMINAR KOMPILASI

Kamis, 20 Apr 2017, 17:39:40 WIB - 8250 View
Share
FK UNIZAR DAN ILUNI FKUI ANGKATAN 76 PLUS ADAKAN SEMINAR KOMPILASI

Senin, 27 Maret 2017, FK UNIZAR bekerja sama dengan Ikatan Alumni (ILUNI) FKUI Angkatan 76 Plus menyelenggarakan kegiatan ilmiah dalam bentuk seminar kompilasi. Dikatakan seminar kompilasi karena kegiatan ilmiah kali ini memiliki cakupan pembahasan yang luas, mulai dari bidang kedokteran klinis terkait penyakit kanker dan penyakit jantung bawaan, etik kedokteran hingga manajemen rumah sakit.

Tema yang diangkat dalam seminar kompilasi “Sharing of Best Practice in Medical Quality Improvement and Excellent Hospital Management” cukup memberikan gambaran materi seminar yang beragam sehingga mampu menghimpun banyak peserta dari berbagai profesi kesehatan di NTB, khususnya di pulau Lombok.

Berdasarkan laporan ketua panitia seminar kompilasi, dr. Alfian Muhajir, bahwa jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 200 orang yang memenuhi Aula Grha Abdurrahim Unizar. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang profesi kesehatan seperti dokter umum, dokter spesialis, dosen, perawat dan mahasiswa kedokteran.

Dekan FK UNIZAR, Dr. dr. H. Artha Budi Susila Duarsa, M. Kes menyambut baik kegiatan ilmiah ini dengan hadirnya para pakar di berbagai bidang ilmu kedokteran dari FKUI. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada para nara sumber dari ILUNI FKUI Angkatan 76 Plus dan sangat mengapresiasi kerja sama ini.

Seminar kompilasi juga dihadiri oleh Ketua IDI Provinsi NTB, dr. I Komang Grudug, M.PH, sekaligus yang membuka kegiatan ini. “Kegiatan ini merupakan seminar yang kali pertama diadakan di NTB dan tentunya akan menjadi sebuah kebanggaan bagi FK Unizar selaku tuan rumah. Terima kasih kepada Dekan FK Unizar yang telah memanfaatkan peluang baik ini” ucap dr. Grudug.

Sesi pertama seminar ini, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP, Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Presiden dari Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Sedunia berkesempatan untuk berbagi ilmu mengenai Deteksi Dini Kanker di hadapan para peserta seminar. Hal ini menjadi topik penting karena prevalensi penyakit kanker masih tinggi dan seringkali terdeteksi saat penderita telah mencapai stadium akhir.

Prof. Aru mengajak peserta seminar, khususnya para perempuan yang hadir di Aula Grha Abdurrahim Unizar untuk sering melakukan pemeriksaan sederhana terhadap payudara agar bisa dideteksi secara dini kanker payudara, mengingat hal ini masih menjadi momok bagi para perempuan Indonesia bahkan di Dunia.

“Kepada para ibu dan calon ibu di ruangan ini, jangan mengabaikan proses menyusui bayi Anda. Karena penelitian telah membuktikan bahwa sekitar 36% ibu menyusui memiliki risiko rendah mengidap kanker payudara” ungkap Prof. Aru

Pembicara kedua adalah Dr. dr. Jusuf Rachmat, Sp. BTKV yang saat ini menjadi Ketua Prodi Bedah Thoraks-Kardiovaskuler (BTKV) FK UI. dr. Jusuf menyampaikan materi tentang Mengenali Penyakit Jantung Bawaan dan Tatalaksananya.

“Angka kejadian Penyakit Jantung Bawaan masih tinggi di Indonesia, sehingga perlu ada upaya penanganan yang cepat sebelum dirujuk ke Rumah Sakit, terutama oleh dokter yang sedang bertugas di layanan primer. Oleh karena itu, dokter umum harus memiliki wawasan ilmu kedokteran yang cukup memadai dan up to date” ucap dr. Jusuf.

Kedua nara sumber sesi I dipandu oleh moderator, dr. Amanukarti Resi Oetomo, Sp. PD yang cukup mengawal proses diskusi dengan sangat interaktif.

Sesi kedua seminar dipandu oleh moderator dr. Wiwin Nurhasida yang berlangsung setelah ISHOMA. Pembicara pertama di sesi ini adalah Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), dr. Kemal Nazaruddin Siregar, S.KM., MA., Ph.D yang menyampaikan materi mengenai Dimensi Kesehatan Masyarakat pada Penanggulangan HIV/AIDS.

“ketika suatu fenomena menjadi masalah kesehatan masyarakat, maka upaya kesehatan masyarakat yang komprehensif harus ditegakkan, termasuk HIV/AIDS. Di Indonesia, HIV/AIDS hampir terdapat di seluruh daerah sehingga menjadi perhatian para dokter” tutur dr. Kemal.

Peran dokter dalam hal penanggulangan HIV/AIDS sangat diperlukan terutama penghapusan stigma dan diskriminasi di setiap langkah dari upaya pencegahan hingga pengobatan, sehingga para ODHA mampu membuka diri saat proses intervensi dilakukan.

Saat seorang dokter terjun ke masyarakat, tidak hanya keterampilan medik yang diperlukan melainkan juga bekal ilmu etik dan disiplin kedokteran harus memadai. Nara sumber kedua pada sesi ini, dr. Erry Supriadi, S.H., M.M, sangat tepat untuk berbagi ilmu mengenai Etik Disiplin Hukum dalam Menghindari dan Menyelesaikan Sengketa Medik.

Materi ini menjadi penting agar para dokter sebagai agent of health mampu melaksanakan tugas dengan baik dan terhindar dari sengketa medik, karena etik, disiplin dan hukum akan selalu saling bersinggungan.

Sesi ke-III merupakan sesi terakhir dalam seminar kompilasi yang dipandu oleh dr. Andi Setiawan Tahang, Sp.OG., M.Kes, yang membahas mengenai pengelolaan rumah sakit. Pembicara pertama pada sesi ini adalah Dr. dr. Mochamad Natsir Nugroho, Sp.OG., MARS yang menyampaikan pengantar tata kelola rumah sakit yang baik dalam mengelola rumah sakit BPJS. Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. dr. Meliana Zailani, MARS tentangClinical privileged and OPPE. Beliau merupakan anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) periode 2014-2019 sebagai Kepala Divisi Bina Konsil Kedokteran.

Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), MPH menjadi nara sumber penutup dari rangkaian seminar kompilasi kali ini. Beliau merupakan Presiden Direktur Rumah Sakit PELNI yang berkesempatan hadir untuk berbagi ilmu mengenai peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Lombok melalui berbagai ilmu pelayanan medis dan manajemen rumah sakit masa kini.

Seminar kompilasi berakhir pada pukul 16.30 Wita sesuai jadwal dan ditutup dengan penyerahan doorprizekepada para peserta seminar yang beruntung.

Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Islam Al- Azhar mulai diselenggarakan pada tahun 2004 berdasarkan Ijin Operasional Dirjen Dikti No. 2100/D/T/2004, tanggal 17 Juni 2004, yang kemudian diperpanjang oleh Dirjen Dikti No 3239/D/T/2006, tanggal 1 September 2006 sampai dengan tahun 2010. SK Ijin Penyelenggaraan No. 1913/D/T/K-VIII/2010 tanggal 24 Mei 2010 berlaku sampai 1 September 2014.
© 2021 Fakultas Kedokteran UNIZAR Follow Fakultas Kedokteran UNIZAR : Facebook Twitter Linked Youtube